PEMILMA JANGAN DIJADIKAN AJANG PERPECAHAN

Tak bisa dipungkiri bahwa Pemilma dapat melahirkan skat-skat di antara beberapa Mahasiswa.

            Pemilihan Mahasiswa (Pemilma) Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sejajaran serta Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tak terasa sebentar lagi. Para calon kandidat terlihat mulai melakukan pendaftaran ke LPP…… pada tanggal …… sampai tgl….. Serta melakukan pemenuhan berkas syarat-syarat yang diharuskan  untuk menjadi calon kandidat.

             Selain melakukan kegiatan di atas, terlihat juga beberapa calon kandidat  beserta Tim Suksesnya mulai bergerak. Dalam hal ini  melakukan sosialisasi kepada mahasiswa yang ada di FDK, serta mendekati beberapa mahasiswa yang dianggap agak berpengaruh diantara teman-temannya untuk direkrut menjadi Tim Sukses. Ini merupakan salah satu contoh langkah awal yang dilakukan para kandidat untuk memenangkan Pemilma yang sudah berada di ambang pintu.

Tak bisa dipungkiri bahwa dalam dunia perpolitikan, untuk mencapai suatu tujuan pastinya akan melakukan berbagai macam cara agar tujuannya dapat tercapai, begitu pula dengan pemilma ini. Para kandidat harus banyak berkorban.

           Ada suatu fakta yang ada di pemilma yang tidak dapat dielakkan, yakni pemilma dapat melahirkan skat-skat atau jurang pemisah, baik diantara kandidat itu sendiri, maupun diantara Tim Sukses dan beberapa mahasiswa yang  berada di salah satu pihak kandidat. Salah satu penyebabnya adalah adanya kefanatikan terhadap “warna” yang dimiliki. Ini merupakan suatu kebiasaan yang sangat buruk, karena dapat menimbulkan perpecahan dan ketidaksolidaritasan, sehingga dapat bernampak negative juga terhadap Fakultas tercinta kita ini.

               Sebaiknya kefanatikan terhadap “warna” ini harus dikurangi ataupun dibuang jauh-jauh, dan tetap berfokus pada tujuan utama kita, yakni pemilma untuk menentukan kualitas para kandidat dalam memimpin Fakultas maupun Jurusan yang ada di FDK ini.

           Siapapun yang terpilih sebagai Ketua HMJ maupun BEM-F, saya harap dapat mengantarkan Fakultas tercinta ini menjadi Fakultas yang berkualitas serta berprestasi agar dapat “diperhitungkan” di dunia luar. Dan untuk kandidat yang berada pada pihak oposisi, haruslah menerima kekalahan dengan ikhlas dan yakinlah bahwa setiap kejadian pasti ada hikmahnya. (NAA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s